Berpikir Lebih Bijak Tentang Bagaimana Menghargai Perjuangan Orangtua Kita



Berpikir Lebih Bijak Tentang Bagaimana Menghargai Perjuangan Orangtua Kita


Hello Guys, wah gak kerasa ya udah hari Minggu aja nih, kalian ngerasain gak sih betapa cepatnya waktu saat ini?
Aku pengen deh ngajakin kalian untuk berfikir lagih mengenai perjuangan Orangtua kita.
Mungkin sama ya kayak waktu yang semakin cepat bergulirnya, semakin hari kita semakin bertambah usia dan semakin hari semakin banyak juga kan kebutuhan-kebutuhan kita, mau itu kebutuhan sandang, papan bahkan pakaian, selain itu semakin bertambahnya usia kita, pastinya kita juga membutuhkan yang namanya Pendidikan bener gak? 
Apa lagih zaman sekarang yang apa-apa itu serba mahal, tapi walaupun mahal tetap saja kita butuh dan pada akhirnya kita beli juga. Beruntung bagi kalian yang udah kerja dan udah bisa menghasilkan finansial dari keringat kalian sendiri, tapi bagi orang-orang yang belum bekerja, mungkin masih mengandalkan finansial dari Orangtua, termasuk aku juga nih. Tapi coba kita berpikir lagih deh, hal ini biasanya terjadi pada kebanyakan Mahasiswa khususnya Mahasiswa Perantauan apa lagih yang tinggalnya benar-benarjauh dari orangtua, dan memang membutuhkan finansial yang lebih untuk kebutuhan di tempat tinggalnya. Walaupun tidak semuanya, tetapi ada dari kita yang menghubungi Orangtua hanya untuk mengabarkan bahwa uang kita sudah habis, atau memberitahu bahwa ada buku dan segala macamnya yang harus kita beli, ada nih yang paling sering pas mau UTS atau UAS tiba-tiba kita harus diminta membayar uang sekian juta gitu. Terus selain dari pada itu kita ngapain aja hayo? emmm biasanya si kita ya kuliah, ngerjain tugas, main sama teman-teman termasuk nonton, jalan-jalan dan masih banyak lagih deh. 
nah terus apa dong masalahnya?
terus apa yang harus kita pikirkan? 
ya kita kan anaknya, ya wajar dong kaau Orangtua kita wajib memenuhi kebutuhan kita? 
Pertanyaan kayak gitu pasti muncul dibenak kalian dan waktu itu muncul juga di benak aku, terus gimana dong? 
Jawaban pertanyaan yang pertama, jelas ada masalah yang harus kalian pikirkan, yang namanya Orangtua pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk kalian apapun itu. tapi kebanyakan dari kalian gak pernah mau tau gimana usaha dari Orangtua kalian, bukan tidak mungkin kan pas kalian diminta untuk membayar biaya kuliah kalian dan pas saat itu mungkin kondisi keuangan Orangtua kalian lagi menurun, apa kalian gak mikir kalau Orangtua kalian sampau bela-belain Pinjem ke orang lain dan itu demi kalian! Terus seandainya pas uang kalian habis apa kalian juga gak mikir kalau Orangtua kalian bela-belain gak makan demi bisa transfer uang ke kalian? nah hal-hal yang seperti itu yang terkadang luput dari kita guys, maka dari itu mulai sekarang yuk kita coba lebh peka dan terbuka sama Orangtua kita, atau kita bisa nih mulai usaha sedikit demi sedikit ya misalnya kita Jualan Pulsa gitu dan jangan takut kalau misalnya yang jualan pulsa itu udah banyak, karena rejeki kan udah ada yang ngatur.
Jawaban pertanyaan yang kedua, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara menghargai perjuangan Orangtua kita selama ini, dengan cara, kita mulai memahami nih seberapa besar penghasilan finansial Orangtua kita dan kira-kira berapa finansial yang kita dapatkan dari beliau, terus sebaiknya kita harus belajar lebih hemat dalam menggunakan finansial yang udah dikasih sama Orangtua kita, gunanya untuk apa? gunanya ketika Orangtua kita terlat transfer karna mungkin belum ada uang, nah kita masih punya simpenan kan? Terus kalau kalian suka nonton film di bioskop, nah coba deh dikurangi, misalnya satu bulan cukup satu atau dua kali nonton aja, gunanya ketika ada keperluan mendadak nah kalian bisa tuh gunakan uang simpenan kalian dan gak harus ngedadak juga ngabarin ke Orangtua kalian, siapa tahu kan pas waktu itu beliau lagi gak ada uang. 
Paling penting nih jawaban pertanyaan ketiga, yayaya emang si kita kan anaknya dan kewajiban orangtua itu ya bertanggungjawab pada kita kan? nah tapi alangkah lebih baiknya kita jangan sampai salah mengartikan kata bertanggungjawab itu, bukan berarti orang tua kita benar-benar harus bertanggungjawab untuk selalu memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, terus kalau gak dipenuhi kita ngambek deh. nah bukan kayak gitu ya, terus gimana dong? 
Dari kita sendiri nih yang harus lebih bijak atau lebih apik dalam mengartikan kata bertanggungjawab itu, caranya ya kita harus mengetahui nih mana kebutuhan yang emang harus dipenuhi oleh Orangtua dan mana nih kebutuhan yang masih bisa kita penuhi oleh diri kita sendiri, jangan selalu dan semua mengandalkan Orangtua terus ya yuks lebih belajar mandiri.
Ini juga penting nih, walaupun kita tinggal jauh dari Orangtua, tapi alangkah baiknya kita yang harus perhatian sama mereka,misalnya nanyain papah atau mamah udah makan apa belum? hal sekecil itu aja udah bikin mereka seneng bangeet loooh apa lagih kita bisa banget lakui setiap hari, kan mereka jadi semakin seneng kan? ya siapa tahu dan gak menutup kemungkinan juga terkadang Orangtua sengaja memberikan finansial lebih loh buat kita, kan jadi seneng juga kitnya. hehehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

antara ingin tahu tapi takingin tahu

Ungkapan